Hak Anak Menurut Al-Qur’an

Namun, melalui Al-Qur’an, Hadits, dan Sunnah, seseorang dapat dengan mudah mengetahui hak-hak anak.

Hak anak sebelum dilahirkan

Seorang pria Muslim disarankan untuk menikahi wanita yang religius, berbudi luhur dan saleh. Rasulullah SAW bersabda,

“Seorang wanita boleh dinikahi karena empat alasan: kekayaannya, keturunannya, kecantikannya dan komitmen agamanya. Menikahlah dengan orang yang berkomitmen agama, semoga tanganmu digosok dengan debu (semoga kamu beruntung).” (HR. al-Bukhaari, 4802; Muslim, 1466).

Selain memilih istri yang baik untuk menjadi ibu yang baik, perspektif Islam tentang aborsi juga sangat jelas dalam Al-Qur’an. Pasangan yang sudah menikah tidak boleh memilih aborsi kecuali secara medis diperlukan untuk kesehatan ibu.

Hak anak setelah lahir

Menamai anak dengan tepat

Nabi Muhammad SAW menyarankan kepada semua Muslim untuk menamai anak mereka dengan indah. Arti nama harus membawa makna yang indah. Pada zaman dahulu, orang-orang Arab tidak terlalu memperhatikan nama anak-anak mereka. Nama anak-anak itu sama anehnya dengan kata-kata yang berarti “api”, “kumbang”, dll. Nabi Muhammad SAW biasa mengganti nama-nama tersebut.

Memahami status setiap anak

Ada persepsi yang sangat salah di antara beberapa orang tua Muslim bahwa setiap anak adalah milik mereka. Orang tua harus berusaha memahami Al-Qur’an sebagai pedoman. Setiap pasangan Muslim yang menikah harus menyadari bahwa melahirkan anak adalah tanggung jawab agama untuk membawa individu yang kuat secara etis dan produktif ke dunia. Menurut ajaran Islam, setiap anak adalah ‘amanat’ dari Yang Maha Kuasa.

Memberi makan dan merawat anak dengan benar

Orang tua harus berusaha untuk memberi makan dan merawat anak mereka dengan benar. Alquran mengatakan,

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin; Kami akan memberi nafkah untuk mereka dan untukmu. Sungguh, membunuh mereka adalah dosa besar”. (17:31)

Allah SWT telah berjanji untuk memberi makan semua orang. Jadi pasangan harus menyadari tanggung jawab mereka dan mengandalkan pertolongan Allah.

Pendidikan agama dan duniawi anak

Al-Qur’an sangat menekankan pendidikan. Tentu saja, masyarakat yang sehat dibentuk oleh pikiran yang tercerahkan.

Alquran mengatakan,

“Hai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah Manusia dan Batu.” (66:6)

Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab orang tua.

Hak waris

Allah SWT telah memberitahu kita pentingnya keadilan di beberapa tempat dalam Al-Qur’an. Penyimpangan dari aturan waris Islam jelas merupakan ketidakadilan, yang merupakan dosa besar. Orang tua juga harus menyadari bahwa ketidaktaatan seorang anak tidak memberi mereka izin untuk membatalkan haknya atas warisan Islam. Hukum waris Islam tidak memiliki ambiguitas dan orang tua harus mematuhinya.

Penting sekali memahami hak anak yang tertuang dalam Al-Quran, dengan begitu Anda bisa menjadikan poin-poin diatas sebagai acuan dalam memenuhi hak atas anak-anak Anda. Selain pembahasan hak Anak tersebut, dalam Al-Quran juga terdapat bahasan mengenai hukum tajwid, salah satunya mencakup bahasan huruf ikhfa syafawi. Anda bisa mengetahuinya dengan mempelajari hukum tajwid dan menerapkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *